| Pertumbuhan Ekonomi |
Laju pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang bersangkutan terhadap tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu tertentu. |
Penjelasan Data: - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngada tahun 2025 sebesar 4,28 persen. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan tahun 2024 (3,67 persen).
- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngada Triwulan IV tahun 2025 sebesar 5,85 persen. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan Triwulan III Tahun 2025 sebesar -2,68 persen.
Rekomendasi Kebijakan: Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu memperhatikan peningkatan produksi pada beberapa kategori lapangan usaha yang mempunyai kontribusi yang besar dalam perekonomian Kabupaten Ngada seperti:
- Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: perlu ada kebijakan untuk meningkatkan produksi pada beberapa komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, perikanan, dan peternakan, misalnya dengan memberikan bantuan pupuk dan alat pertanian, mengendalikan penyebaran virus pada ternak dan hama pada tanaman, perbaikan irigasi pada persawahan.
- Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan: meningkatkan realisasi APBD khususnya pada belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bantuan sosial, dan belanja modal.
- Lapangan Usaha Konstruksi: mendorong pembangunan berbagai infrastruktur baik yang dilakukan oleh sektor swasta maupun pemerintah.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan output dari program dan kebijakan terkait ekonomi yang telah dilaksanakan setiap triwulan.
|
Tahun Triwulan IV-2025: 5,85% dan Tahun 2025: 4,28% |
Lihat
|
| Kemiskinan |
Kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan
bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Penduduk miskin adalah
penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah Garis Kemiskinan (GK) |
Penjelasan Data: - Persentase penduduk miskin di Kabupaten Ngada menurun dari 11,87% (2024) menjadi 11,22% (2025).
- Angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 8,47%.
Rekomendasi Kebijakan:
- Perkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi lewat pelatihan, permodalan mikro, dan akses pasar.
- Melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui peran aktif Aparat Desa/Kelurahan dan Pendamping PKH agar program intervensi Pemerintah Pusat dan Daerah lebih tepat sasaran.
- Perluas bantuan produktif seperti modal, benih, dan alat usaha bagi rumah tangga prasejahtera untuk meningkatkan pendapatan.
- Tingkatkan akses layanan dasar dengan memperbaiki infrastruktur pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan.
|
Tahun 2025: 11,22% |
Lihat
|
| Inflasi |
Inflasi adalah suatu kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Inflasi month to month artinya membandingkan perubahan harga periode bulan berjalan dengan bulan sebelumnya. Inflasi year on year artinya membandingkan perubahan harga pada bulan berjalan di tahun berjalan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya. |
Penjelasan Data: - Inflasi month to month Februari 2026 sebesar 0,04 persen, menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum namun dalam angka yang sangat kecil dibandingkan bulan sebelumnya.
- Inflasi year on year Januari 2026 sebesar 3,22 persen, menunjukkan
adanya kenaikan harga pada Februari 2026 dibandingkan harga pada bulan Februari 2025.
Rekomendasi Kebijakan: - Melakukan pengawasan terhadap komoditas yang memberikan andil yang besar terhadap inflasi.
- Komoditas yang dominan memberikan andil Inflasi year on year Februari 2026, antara lain: tarif listrik; beras; ikan cakalang/ ikan sisik; bawang merah; ikan ekor kuning; besi beton; bahan bakar rumah tangga; sigaret kretek tangan (skt); daging ayam ras; ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso; kelapa; telur ayam ras; sigaret kretek mesin (skm); ikan tongkol/ ikan ambu-ambu; minyak goreng; garam; ikan tuna; angkutan udara; pembalut wanita; dan nasi dengan lauk.
- Komoditas yang dominan memberikan andil Inflasi month to month Februari 2026, antara lain: beras; cabai rawit; tomat; kangkung; dan pembalut wanita.
- Meningkatkan distribusi barang dan jasa agar tidak terjadi kelangkaan untuk komoditas.
- Meningkatkan produksi komoditas lokal terutama komoditas pertanian agar harga dan ketersediaan di pasaran dapat terkendali.
- Selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Perindag dan Bulog terkait perkembangan harga yang terjadi.
|
Inflasi year on year Februari 2026: 3,22% |
Lihat
|
| Jumlah Penduduk |
Kepadatan Penduduk (Population Density) adalah banyaknya jumlah penduduk untuk setiap kilometer persegi luas wilayah. |
Penjelasan Data:
- Terdapat ketimpangan distribusi penduduk yang signifikan antarkecamatan.
- Kecamatan Bajawa paling padat (~380 jiwa/km²), diikuti Golewa dan Golewa Barat — mencerminkan pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi.
- Wilayah seperti Wolomeze dan Riung Barat memiliki kepadatan sangat rendah (<50 jiwa/km²), menunjukkan pengaruh kondisi geografis dan keterbatasan aksesibilitas.
Implikasi dan Rekomendasi Kebijakan:
- Ketimpangan ini perlu dijadikan dasar dalam perencanaan pemerataan pembangunan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan layanan dasar.
- Prioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan di kecamatan dengan kepadatan rendah untuk meningkatkan daya tarik pemukiman dan pertumbuhan ekonomi.
- Mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah kurang padat seperti pertanian, peternakan, atau pariwisata alam untuk menyebarkan pusat-pusat pertumbuhan.
- Meningkatkan ketersediaan akses listrik dan internet di wilayah kecamatan yang kurang padat untuk membuka potensi aktivitas ekonomi digital dari investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
- Memastikan penduduk sudah memiliki Kartu Keluarga dan KTP elektronik, serta mempermudah akses masyarakat untuk melakukan pemutakhiran data kependudukan.
- Membuat kebijakan terkait pemutakhiran data domisili penduduk dengan data identitas kependudukan (Kartu Keluarga dan KTP).
|
Jumlah penduduk 2025: 176.462 jiwa |
Lihat
|
| Indeks Pembangunan Manusia (IPM) |
Indeks gabungan pendidikan, kesehatan, dan pendapatan. |
Penjelasan Data: - IPM Kabupaten Ngada naik dari 72,04 pada tahun 2024 menjadi 72,53 pada tahun 2025 (meningkat sebesar 0,49 persen).
- IPM Kabupaten Ngada masuk dalam kategori tinggi di Provinsi NTT.
Rekomendasi Kebijakan: - Peningkatan dan pemerataan akses layanan kesehatan ke semua wilayah terutama layanan imunisasi dan gizi anak serta kesehatan ibu hamil untuk menekan angka kematian ibu dan anak.
- Memastikan penduduk usia 7 tahun harus bersekolah, melalui penyediaan data sektoral dari Dinas Pendidikan untuk mengetahui siswa yang putus sekolah.
- Mengurangi angka putus sekolah terutama pada jenjang pendidikan SMP, SMP dan perguruan tinggi untuk mempercepat peningkatan harapan lama sekolah.
- Meningkatkan akses terhadap pendidikan dengan memperhatikan ketersediaan fasilitas pendidikan yang terjangkau di setiap wilayah.
|
Tahun 2025: 72,53 |
Lihat
|
| Angka Partisipasi Sekolah (APS) |
APS merupakan proporsi dari penduduk kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah (tanpa memandang jenjang pendidikan yang ditempuhi) terhadap penduduk kelompok usia sekolah yang bersesuaian. Sejak tahun 2007, Pendidikan Non Formal (Paket A, Paket B, dan Paket C) turut diperhitungkan. APS berguna untuk mengetahui seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah memanfaatkan fasilitas pendidikan. |
Penjelasan Data:
- APS usia 7–12 tahun: 98,5% → Hampir seluruh anak usia SD bersekolah.
- APS usia 13–15 tahun: 97,65% → Tingkat partisipasi SMP juga sangat tinggi.
- APS usia 16–18 tahun: 69,06% → Terjadi penurunan tajam, sekitar 30% remaja tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK.
Rekomendasi Kebijakan:
- Memberikan beasiswa atau bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu untuk menekan hambatan biaya.
- Meningkatkan ketersediaan data sektoral di sektor pendidikan yang akan digunakan untuk intervensi program Pemerintah Daerah di bidang pendidikan.
- Memperluas dan meningkatkan kualitas sekolah menengah atas dan kejuruan, terutama di wilayah pedesaan.
- Mengembangkan jalur pendidikan alternatif, seperti Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi.
- Melakukan advokasi dan pendampingan intensif kepada kelompok rentan (perempuan dan keluarga prasejahtera) guna mencegah putus sekolah.
|
Tahun 2024: APS usia 7–12 tahun: 98,5%; APS usia 13–15 tahun: 97,65%; APS usia 16–18 tahun: 69,06% |
Lihat
|
| Tingkat Pengangguran Terbuka |
TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Interprestasi
TPT yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat banyak angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja. |
Penjelasan Data:
- TPT mengalami penurunan dari 2,68% pada 2024 menjadi 2,60% pada 2025.
- Penurunan ini masih menunjukkan kerentanan pasar kerja dan perlunya intervensi berkelanjutan untuk memastikan tersedianya lapangan pekerjaan bagi penduduk usia kerja di Kabupaten Ngada.
Rekomendasi Kebijakan:
- Perkuat sektor unggulan PDRB, terutama pertanian, dengan pelatihan keterampilan praktis berbasis pertanian modern.
- Perluas akses modal bagi pelaku usaha mikro dan agribisnis lokal.
- Fasilitasi pemasaran produk lokal melalui digitalisasi dan koneksi antarwilayah.
- Dorong investasi pada ekowisata dan agroindustri, seperti pengolahan hasil tani, untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan dan menekan angka pengangguran.
- Memaksimalkan peran UMKM paca program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui intervensi Pemerintah Kabupaten pada pengelola Dapur MBG untuk penyediaan bahan baku dari petani dan UMKM di wilayah Kabupaten Ngada.
|
Tahun 2025: 2,60 % |
Lihat
|
| Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) |
TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap banyaknya penduduk yang berumur sepuluh tahun ke atas. TPAK ini merupakan indikator yang mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara/provinsi/kabupaten/kota. Interpretasinya, semakin tinggi TPAK kota, menunjukkan bahwa semakin tinggi pula pasokan tenaga kerja (labour supply) yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa suatu perekonomian di kota tersebut. |
Penjelasan Data:
- TPAK tahun 2024 tercatat sebesar 86,4%, menurun menjadi 77,35% pada 2025.
- Penurunan ini menunjukkan berkurangnya partisipasi penduduk usia kerja dalam pasar kerja.
- Masih terdapat sekitar 22–23% penduduk usia kerja yang belum tergabung dalam angkatan kerja dan memerlukan lapangan pekerjaan.
Rekomendasi Kebijakan: - Selenggarakan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal dan tepat sasaran, seperti di sektor pertanian, pariwisata, dan kerajinan.
- Melakukan koordinasi dengan pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memaksimalkan peran UMKM sebagai penyedia bahan makanan.
- Bekerja sama dengan Bank penyedia KUR dengan bunga rendah untuk mendorong tumbuhnya UMKM baru.
- Bangun layanan penempatan kerja (job center) di tingkat kecamatan untuk menjembatani pencari kerja dengan peluang kerja.
- Berdayakan kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas agar dapat lebih terlibat dalam sektor ekonomi formal maupun informal.
|
Tahun 2025: 77,35% |
Lihat
|
| Gini Ratio |
Indeks Gini atau Rasio Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk secara menyeluruh. Nilai Rasio Gini berkisar antara 0 hingga 1 |
Penjelasan Data: - Rasio Gini Kabupaten Ngada Tahun 2025 sebesar 0,307 (mengalami penurunan sebesar 0,036 poin dibandingkan tahun sebelumnya).
- Rasio gini Kabupaten Ngada merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi NTT.
Rekomendasi Kebijakan:
- Penguatan UMKM dan kewirausahaan melalui kerjasama dengan Bank penyedia KUR dan kerjasama penyaluran produk unggulan yang dapat diekspor.
- Perluasan lapangan kerja dan investasi lokal melalui penyediaan data dari sektor pertanian, perkebunan, hortikultura dan peternakan yang merupakan potensi utama di Kabupaten Ngada.
- Program perlindungan sosial yang tepat sasaran melalui pemutahiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala oleh Pemerintah Daerah.
- Pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan dasar yang merata dan mudah diakses oleh masyarakat.
|
Tahun 2025: 0,307 |
Lihat
|